Elektabilitas Jokowi Terus Meroket Ketimbang Prabowo
Lamanberita – Pencapaian hasil kerja secara nyata yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuk Kalla berdampak pada elektabilitias Jokowi yang kian melambung. Hal ini seperti dijelaskan pada hasil survei yang dilakukan oleh Indo Barometer yang dirilis di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (3/12/17).
Hasilnya, sebanyak 61,8 persen responden menginginkan Jokowi kembali menjadi Presiden 2019 ketimbang Prabowo Subianto.
Survei tersebut dilaksanakan pada 15-23 November 2017 di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengungkapkan, berdasarkan pertanyaan terbuka elektabilitas Jokowi berada di angka 34,9 persen sedangkan Prabowo hanya 12,1 persen. Namun, jika berdasarkan pertanyaan tertutup dan hanya dibatasi 16 capres, elektabilitas Jokowi naik menjadi 41,8 persen sementara Prabowo naik menjadi 13,6 persen.
“Dari pertanyaan tertutup terhadap 16 nama capres, Jokowi unggul dengan dukungan 41,8 persen, Prabowo 13,6 persen, Anies Baswedan 4,5 persen, AHY 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Megawati 2 persen, Sohibul Iman 1,5 persen dan Jusuf Kalla 1 persen,” ujarnya.
Sedangkan jika diajukan pertanyaan tertutup dan capres dibatasi enam nama, elektabilitas Jokowi meningkat menjadi 44,9 persen sedangkan Prabowo 13,8 persen.
“Tren elektabilitas Joko Widodo sejak 2015-2017 perlahan semakin meningkat. Meski sempat melemah pada September 2015. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto sejak 2015-2017 mengalami fluktuasi,” jelas Qodari.
Tentu saja penilaian masyarakat melalui survei ini tak lepas dari hasil kerja Jokowi. Pembangunan infrastruktur yang terus difokuskan yang tidak hanya berpusat di Jakarta melainkan seluruh wilayah RI jadi penilaian khusus bagi Jokowi.
Sementara program-program kesehatan KIS, Pendidikan KIP dan pembagian sertifikat tanah gratis serta program BBM Satu Harga menjadi nilai positif hingga membuat nama Jokowi masih dinantikan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini.
from RADAR RAKYAT http://ift.tt/2AtEmw1

0 comments:
Posting Komentar