-->

Jokowi Diantara Pesaingnya Tetap Diposisi Pertama Capres Terkuat 2019



Lamanberita – Meski masih ada waktu sekitar 1,5 tahun lagi menuju kursi RI 1 namun hingar bingar pemilu kian terasa. Tak mu ketinggalan sejumlah lembagai survei terus meyoroti perkembangan elektabilitas para calon presiden

Nama Presiden Joko Widodo terus menjadi sorotan berbagai lembaga survei maupun lembaga-lembaga lainnya. Dari berbagai survei yang ada Jokowi masih menempati posisi tertinggi ketimbang Prabowo.

Melejitnya nama Jokowi seperti dipaparkan Lembaga Organisasi Kesejahteraan Rakyat (ORKESTRA) terkait hasil Pemilu Presiden 2019. Hasilnya, Joko Widodo tetap menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 24,38 persen. Sementara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tetap bertengger di peringkat kedua dengan 21,09 persen.

Orkestra melakukan survei kepada 1300 responden di 34 provinsi di Indonesia. Adapun survei diambil mulai tanggal 6-20 November 2017 dengan menggunakan metode multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +- 3%.

Responden adalah penduduk Indonesia berusia minimal 17 tahun yang menjawab sesuai yang ada dipikirannya (top of mind). Wawancara dilakukan secara langsung tatap muka dengan panduan kuisioner oleh surveyor yang tersebar di seluruh Provinsi.

Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh mengatakan Prabowo masih kuat jadi lawan pesaing Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Poempida mengatakan, elektabilitas Jokowi dan Prabowo berdasarkan hasil survei yang dilakukan Orkestra berimbang. “Jokowi dan Prabowo hanya 3% dengan margin of error +- 3% berarti imbang antara Jokowi dan Prabowo. Ini warning bagi Jokowi,” sebutnya.

Pada survei tersebut juga muncul nama-nama yang terprediksi pada Pilpres 2019. Bahkan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun muncul pada hasil survei tersebut.

“Di sini juga muncul, lumayan fresh juga ini nama-nama baru. Nama Pak Gatot Nurmantyo muncul, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul, Anies Baswedan muncul. Tapi ini aneh kok SBY muncul lagi, ini nama nya top of mind kita ga bisa tahan,” tuturnya  di Gado-Gado Boplo, Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/17).

Sementara penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Hasilnya sebanyak 52,1% masyarakat menilai baik pemerintahan Jokowi-JK dan 18,3% menilai buruk.

Berikut hasil survei Orkestra terkait elektabilitas Capres 2019:

  1. Jokowi 24,38%
  2. Prabowo 21,9%
  3. Gatot Nurmantyo 2,80%
  4. AHY 2,31%
  5. Anies Baswedan 2,14%
  6. SBY 1,81%
  7. Jusuf Kalla 1,48%
  8. Ridwan Kamil 1,32%
  9. Risma 1,24%
  10. Mahfud MD 1,07%
  11. Nama lainnya 5,93%
  12. Tidak Tahu atau Tidak memilih 34,43%

Meski begitu Presiden Jokowi tak bisa bersantai dalam menghadapai lawan-lwan politiknya.”Ini jadi warning bagi Jokowi bahwa ada poin tidak sesuai dengan janji kampanye. Hal itu harus segera direalisasikan di sisa jabatan dua tahun mendatang. Isu ini bisa jadi hangat dan panas, ditambah dengan pertarungan media sosial lebih dahsyat,” ujar Direktur Eksekutif Polcomm Institute Heri Budianto.

“Keberhasilan Jokowi adalah ketika publik melihat dan merasakan adanya infrastruktur. Barang ini bisa dijual dengan harga yang dahsyat. Soeharto bangun infrastruktur dengan 32 tahun, Jokowi bangun infrastruktur dengan tiga tahun. Kalau jualan infrastruktur dijadikan barang, maka ini menjadi barang yang bagus untuk Jokowi di 2019,” paparnya.




from RADAR RAKYAT http://ift.tt/2A15s0s




Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Warta Seputar Kita


0 comments:

Posting Komentar