-->

Jokowi Sebut Kerukunan Beragama di Indonesia Dikagumi Dunia



Presiden Joko Widodo mengatakan keragaman dan kerukunan di Indonesia saat ini sedang menjadi perhatian dunia dan dijadikan contoh disejumlah negara.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, di forum-forum dunia dirinya selalu menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 17.000 Pulau, 714 suku, 1.100 lebih dialek bahasa lokal, dan 516 kabupaten/kota.

“Apa yang saya sampaikan ini mengingatkan betul, bahwa kita ini sangat besar, tetapi juga sangat beragam. Perbedaan suku, 714 perbedaan adat istiadat, perbedaan agama,” katanya menegaskan.

Presiden Jokowi menceritakan saat dirinya bertemu dengan Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen di Istana Bogor pada Selasa 28 November 2017 kemarin.

Lars Lokke, kata Jokowi menyampaikan kekagumannya akan toleransi, moderasi yang ada di negara Indonesia. “Mereka kagum, kita yang dikagumi enggak tahu,” ujarnya.

Jokowi juga menyebutkan, bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyampaikan hal yang sama tentang kekagumannya akan Indonesia.

“Di Afghanistan itu hanya ada 7 suku , 40 tahun yang lalu 2 suku berantem, bertikai, satu bawa kawan dari luar, yang satu bawa kawan dari luar. Akhirnya apa? Perang. 40 tahun enggak rampung-rampung. Itu hanya 7 suku, sekarang pecah mereka menjadi 40 kelompok,” ungkap Presiden.

Sebelumnya pada Minggu lalu Jokowi juga bertemu dengan perwakilan Majelis Tinggi Perdamaian Afganistan di Istana Kepresidenan Bogor.

“Langsung saya bicara dengan dulu Wapresnya Afghanistan namanya Mr. Khalili jadi ketua High Peace Council. Kita undang pertama karena ingin jadi mediator. Tahap kedua undang ulama besar di sana. Terakhir Taliban semua kita undang. Nanti sepakat kita kumpulkan bareng di Indonesia,” ucapnya.

Begitu juga dengan persoalan yang terjadi di Rakhine State. Presiden Jokowi mengungkapkan Pemerintah Myanmar terbuka dengan Indonesia yang berupaya memberikan bantuan kepada korban kemanusiaan dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi.

Namun yang membuat Presiden bingung adalah dimana yang dikagumi malah nggak merasa. “Malah ribut kadang-kadang, urusan hal-hal yang berkaitan dengan Pilkada, Pilgub, Pilihan Wali Kota, Pilihan Bupati.

“Haduuhh, saya kadang-kadang ini apa? Kita dikagumi kita tidak merasa kalau kita ini dikagumi. Ya kan lucu banget. Orang ganteng tapi enggak pernah merasa ganteng, orang cantik tapi enggak pernah merasa cantik. Ini saya kadang-kadang, haduh..,” katanya heran.

Sementara itu Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP DKAAP) Din Syamsudin, mengatakan Indonesia mendapat banyak pujian. Tokoh Amerika Serikat, misalnya, menyanjung keberagaman Indonesia yang senapas dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Faktor nilai mengikat kita nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika itu diyakini beririsan dengan nilai agama menjadi landasan bersama,” kata Din di Gedung Sekretariat Negara, Menteng, Selasa (28/11/2017).

Indonesia mendapat banyak pujian. Tokoh Amerika Serikat, misalnya, menyanjung keberagaman Indonesia yang senapas dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tokoh Amerika menilai kerukunan di Indonesia stabil, meski terdiri dari berbagai agama dan suku bangsa. Din menjelaskan, bahwa agama-agama di Indonesia mengajarkan kasih sayang dan itu menjadi watak agama-agama di Indonesia.

“Karena satu agama di Indonesia mengajarkan kasih sayang,” ucapnya di Gedung Sekretariat Negara, Menteng, Selasa (28/11/17).

Oleh karenanya, mereka lanjut Din menjelaskan ingin menerapkannya di tempat lain. Maka dari itu masyarakat perlu meningkatkan toleransi beragama dan Bhinneka Tunggal Ika agar apa yang menjadi kebanggan bangsa dapat terus terpelihara.




from RADAR RAKYAT http://ift.tt/2AmLGfn




Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Warta Seputar Kita


0 comments:

Posting Komentar