Gagal Paham, Anies Sebut Aksi Reuni 212 Bagian dari Perubahan Jakarta
Lamanberita – Aksi Bela Islam 212 hingga reuni Alumni 212 bukanlah bentuk dari kegiatan keagamaan melainkan sebagai bentuk aksi protes secara terselubung dan halus untuk menekan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Gerakan politik yang dibalut agama ini sepantasnya tidak mendapat respon berlebihan apalagi konteks intimidasi tahun lalu sudah tidak ada lagi. Sehingga aksi seperti ini tidak perlu diulang kembali. Seharusnya jika ingin berdoa serta memanjatkan rasa syukur tidak juga harus mengerahkan massa. Ummat seharunya memungsikan Mesjid Istiqlal sebagai tempat untuk berdoa agar khusuk.
Menurut sejumlah pihak aksi ini sangat bermuatan politis mengingat tahun depan memasuki Pilkada serentak 2018 di 171 daerah dan lagi Pilpres 2019.
Yang cukup menarik untuk dibahas adalah kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di aksi 212 ini. Kehadirannya seolah mengamini bahwa aksi mengenang atau memperingati satu tahun aksi 212 ini adalah sebuah keharusan dan perjuangan menumbangkan Ahok saat itu adalah kebenaran.
Anies mengatakan bahwa Reuni Aksi 212 yang diselenggarakan di Monas Jakarta, Sabtu (2/11/17) adalah bagian dari gerakan perubahan menuju pemerintahan DKI Jakarta yang di-ridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa.
“Ini adalah bagian dari perubahan di ibu kota,” kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12).
Sebagai pejabat negara Anies harusnya sadar tidak berada di posisi memihak apalagi Menkopolhukam dan Kapolri telah megimbau untuk tidak menggelar aksi tersebut dan menyarankan melakukan doa di Masjid Istiqlal.
Dengan demikian tindakan Anies boleh dikatakan bentuk dari arogansi Kepala Daerah terhadap pemerintah pusat yang menimbau agar aksi itu tidak digelar. Kehadiran Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta menunjukkan adanya keberpihakan terhadap kepentingan politik di balik reuni alumni 212 yang melekat selama masa jabatannya.
Terlebih lagi kini Anies telah mengubah citra Monas yang dibangun untuk mengenang persatuan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan, menjadi salah satu simbol aksi yang berpotensi mempertajam perbedaan di tengah masyarakat Indonesia.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak memberikan tanggapan terkait rencana diadakannya reuni akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12/17).
Anies juga tak menjawab mengenai rekomendasi Kapolda Metro Jaya agar acara tersebut tak digelar di Monas. Ketika ditanya apakah mengeluarkan izin penggunaan Monas untuk reuni akbar 212, Anies juga tak menjawab.
“Saya enggak ngurusi itu,” kata Anies, Senin (27/11/2017).
from RADAR RAKYAT http://ift.tt/2niHlEu
0 comments:
Posting Komentar