Habib Taufiq Pasuruan Himbau Pemerintah Tutup Pesantren Penghasil Teroris
Sejak lama Pasuruan dikenal banyak orang sebagai kota gudangnya ulama dan habaib. Salah satu tokoh dakwah kota ini adalah Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf. Tak ada yang meragukan ketokohannya. Bukan hanya di kota Pasuruan, pengaruh dakwahnya juga mencakup kota-kota lain di Jawa Timur. Namanya juga amat familiar bahkan hingga ke berbagai pelosok negeri ini.
Pria kharismatis kelahiran Pasuruan, 1969, ini tak pernah menempuh pendidikan formal, namun dari pendidikan ta'lim ke ta'lim. Sekalipun demikian, ia sosok dai yang kreatif dalam berdakwah dan dikenal berwawasan luas.
Salah satu ceramahnya adalah mengingatkan masyarakat akan adanya ulama yang hanya mengkafirkan orang-orang Islam. Apalagi mereka yang mengajarkan untuk membunuh, menghancurkan dan mensyirikkan umat muslim.
“Jangan bergabung dengan (majelis) yang demikian” Tegas Habib Taufiq.
Habib Taufiq juga mengingatkan para ulama yang kerjanya hanya mencaci maki orang Islam itu sendiri sembari mengaku menyatukan Islam yang sejati, sementara Nabi Besar Muhammad SAW mengatakan “Orang Islam itu adalah kalau orang Islam lainnya selamat dari gangguan ucapannya dan gangguan tangannya” jelas Habib Taufiq.
Orang Islam sejati menurut Habib Taufiq juga adalah orang yang selamat dari tangan yang berlumuran darah dari para orang-orang yang mengkafirkan saudara seimannya dan semuslimnya
Habib Taufiq mencontohkan negara-negara Islam yang rakyatnya selalu melakukan pertumpahan darah seperti di Libya, Yaman, Suriah dan terakhir pembantaian 305 muslim yang sedang melakukan shalat Jumat di Mesir.
Orang-orang yang hanya melakukan ujaran kebencian dan membangkitkan permusuhan terus menerus kepada muslim lainnya ini lah yang harus dijauhi.
"Siapapun yang datang habib jika dia bukan Ahlussunnah wal Jama'ah jangan di turut. Jangan dihadiri majlisnya !” tegas Habib Taufiq lagi.
Habib yang sejati adalah yang mengajarkan kedamaian, mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan yang menjadikan rahmah diantara umat Islam.
Habib Taufiq juga menyesalkan pemerintah kurang cepat menumpas ajaran-ajaran yang hanya membangkitkan faham radikalisme dan terorisme di Indonesia. “Kita setuju (densus 88 menangkap teroris), tapi ideologinya, ajarannya yang membuat teroris harus ditumpas di Indonesia… harus dibersihkan (tuntas)” seru Anak dari Habib Abdulqodir bin Husain Assegaf ini.
Menurut Habib Taufiq kalau hanya menangkap 2,3 orang teroris itu belum selesai, karena tempat pendidikan terorisnya masih berdiri dan masih mengajarkan ajaran radikalisme dan terorisme yang hanya akan membuat kacau negeri ini. Habib menghimbau bila ingin mencegah teroris sebaiknya pemerintah menutup pondok pesantren yang hanya mengajarkan kebencian tersebut.
Oleh karena itu Habib Taufiq menghimbau umat Islam tetap bersatu karena Umat Islam adalah orang yang sama dalam shaf menegakkan kebenaran Islam yang Rahmatan lil Alamin.
from RADAR RAKYAT http://ift.tt/2kdXPww
0 comments:
Posting Komentar